Mempercepat Koneksi dengan Mematikan Cadangan Bandwidth dari Windows XP Pro

Secara default windows XP membatasi 20% bandwidth kita..

Berapapun cepatnya koneksi internet maupun network pada computer dengan Windows XP akan dibatasi dengan 20% untuk default koneksi network (Qos - Quality of Service) dari WIndows XP. Windows sengaja membatasi koneksi bandwidth pada sistem network maupun internet, tujuannya untuk cadangan bagi paket penting.

Seberapa pentingnya dari setting default, tentu tidak semua orang memerlukan. Kecepatan network tentunya harus maksimum terlebih pada koneksi internet yang melempem di Indonesia.

Cara mematikan sistem cadangan dari Bandwidth Windows

1. Run dengan perintah gpedit.msc

2. Masuk kebagian setting Administrative Templates, Network, QoS Packet seperti gambar dibawah ini.

3. click dibagian Limit reservable bandwidth, setting ke Enable dan matikan Bandwidth Limit dalam % menjadi 0 [nol].


4. Click Apply dan restart.

Udah dech… moga berguna

Sumber: http://obengware.com/

--------------------------------------------------------------------------------

Notes : Cobalah lumayan terasa akibatnya kok :)


Manusia Kawat

Noorsyaidah Mulai Diperiksa Dokter
Laporan: Tribun Kaltim/Muhammad Khaidir
Jumat, 11-07-2008 | 15:00:21

SAMARINDA, BPOST - Noorsyaidah, warga Jl Merdeka 3 Samarinda yang dari perutnya mengeluarkan kawat, Jumat (11/7) pagi dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) AW Syahranie. Ia memulai tahap pengobatan.

Tim dokter yang dipimpin langsung oleh Direktur RSUD AW Syahranie, dr Ajie Syirafuddin menjemput Noorsyaidah di rumahnya sekitar pukul 08.00 WITA. Awalnya, keluarga sempat menolak, karena keluarga khawatir dengan kondisi mental Noorsyaidah.

Tetapi tim dokter yang beranggotakan tujuh orang berhasil merayu Noorsyaidah. Pukul 09.30 WITA, Noorsyaidah tiba di RSUD AW Syahranie, Jl Dr Soetomo, Samarinda. Noorsyaidah kemudian masuk ke ruang MSCT Scaning dan berlangsung selama 20 menit. Setelah itu ia masuk ke ruangan sinar X.

"Ini masih tahap awal. Kami baru melakukan diagnosa. Belum tahu hasilnya, karena masih mengumpulkan data-data. Setelah proses ini selesai, akan kami rapatkan. Hasilnya nanti kami informasikan kepada keluarga. Untuk langkah selanjutnya kami serahkan kepada keluarga, apakah mereka siap atau tidak," ujar Ajie.

Sementara ini keluarga masih belum mau Noorsyaidah menjalani rawat inap. "Kondisi Noorsyaidah masih labil. Kami khawatir kondisi mentalnya, makanya kami ingin dia di rumah dulu," ucap Siti Robiah, kakak Noorsyaidah yang juga datang ke RSUD AWS.

Siti Robiah mengatakan, hasil diagnosa dokter nanti akan mereka diskusikan. "Keluarga akan mendiskusikan terlebih dahulu sebelum mengambil langkah selanjutnya, " ucap Siti.

Noorsyaidah pun mengaku tegang. "Saya agak tegang. Doakan saya sembuh ya," ucapnya lirih. Saat berita ini diturunkan, Noorsyaidah sudah diantar kembali ke rumahnya oleh tim dokter RS AWS.

---------------------

Derita ‘Manusia Kawat’ (1), Aku Juga Ingin Menikah

Jumat, 11-07-2008 | 01:30:14

TUJUH belas tahun sudah, Noorsyaidah (40) menahan rasa sakit. Dia menderita penyakit aneh, di perut dan dadanya bermunculan puluhan batang kawat.

“Mungkin Allah SWT ingin memperlihatkan kepada dunia bahwa dengan kekuasan-Nya apa pun bisa saja terjadi dan sayalah orang yang dipilih untuk memperlihatkan kekuasan-Nya itu. Maka itu saya harus menjalaninya dengan tabah,” ujarnya dengan lirih saat ditemui di rumah kakaknya di Samarinda Ilir, Kaltim, kemarin.

Keanehan itu dialami Noor sejak kuliah di Fakultas Sospol Universitas Mulawarman. “Dulu hanya sekitar seminggu kawat-kawat itu berjatuhan sendiri dan hilang. Sekitar sebulan kemudian bermunculan lagi. Nah, sekarang ini sudah sekitar enam bulan lebih, kawat-kawat di perut saya ini tidak ada yang jatuh atau hilang. Jadi, sungguh menderita sekali,” katanya.

Segala upaya pengobatan, mulai dari medis, alternatif, hingga mendatangi orang ‘pintar’ sudah dilakukannya. Namun, penyakit tersebut tetap tak sembuh. Operasi mungkin sudah puluhan kali dijalani. Tapi kawat-kawat itu setelah dicabut dengan cara medis tak mau hilang dari dirinya.

“Semua orang bilang bahwa penyakit saya ini terkena santet atau semacamnya, tapi berani jujur bahwa saya ini tak pernah punya musuh atau menyakiti orang lain. Makanya, dokter atau orang pintar yang mengobati penyakit saya ini juga bingung untuk menyembuhkannya. Sekarang saya pasrah kepada Allah SWT,” ujar perempuan yang menjadi guru TK Alquran di Sangatta, Kutai Timur itu.

Bentuk kawat yang tumbuh di badan Noor memang tak berbeda dengan jenis kawat lazimnya. Besarnya seperti peniti berukuran besar. Saat Tribun Kaltim (group BPost) memegang salah satu kawat yang pernah jatuh dan disimpan oleh Noor, kawat tersebut seperti kawat biasa yang mudah berkarat, warnanya kecokelatan.

Panjangnya bervariasi, mulai dari sepuluh sentimeter hingga duapuluh sentimeter. Ada yang hanya satu sisinya yang runcing, namun ada pula yang kedua sisinya runcing.

Selama di Samarinda, Noor sebenarnya ingin sekali menonton langsung Pembukaan PON XVII di Stadion Utama Palaran. Namun, karena takut kawat-kawat di tubuhnya akan mengenai orang lain, Noor hanya menyaksikan geladi bersih pada 3 Juli 2008 lalu. “Yang penting bisa melihat Stadion Palaran yang katanya megah itu, Alhamdulillah. (Menonton) Pembukaan cukup di televisi saja,” ujarnya.

Kendati selalu tabah dan tetap suka bergaul dengan orang lain, namun untuk urusan asmara atau percintaan, Noor tetap tak bisa menyembunyikan rasa rendah dirinya. Hingga kini dia belum memiliki calon pasangan hidup karena khawatir sang suami menyesal dengan penyakit aneh yang dideritanya.

Ketika remaja hingga kuliah di Samarinda, Noor dikenal sebagai perempuan yang tomboi. Dia tak pernah sedikit pun membedakan orang yang akan dan telah menjadi temannya sehari-hari. Seperti perempuan pada umumnya, Noor juga pernah memiliki pujaan hati atau pacar.

Selain, di kalangan teman-temannya, dia dikenal memiliki jiwa sosia yang tinggi. Pernah ada teman yang tak mampu membayar uang kuliah, tanpa meminta imbalan apa pun Noor langsung membantu dengan ikhlas.

“Saya sebagai perempuan normal tentu mau menikah dan punya anak. Tapi yah... karena penyakit aneh ini membuat saya merasa tak memikirkannya lagi. Lebih baik fokus menjalani hidup saya selanjutnya,” ujar Noor.

Beruntung anak kelima dari enam bersaudara ini memiliki keluarga dan teman-teman dekat yang juga tabah dan mau memaklumi sisi kehidupannya yang pahit itu. Bahkan, Kakak kandung Noor, Hj Siti Robiah mengatakan adiknya itu justru sering memberikan motivasi hidup kepada teman-temannya. (TK)

------------------------------------------------

Derita ‘Manusia Kawat’ (2), Terpaksa Sujud di Atas Bantal

Sabtu, 12-07-2008 | 01:33:21

NOORSYAIDAH tetap tabah menjalani hidup. Salat lima waktu tak sekali pun ditinggalkan. Awalnya, masih bisa salat dengan berdiri. Namun, posisi itu membuat perutnya nyeri. Noor lalu melakukannya dengan duduk. Tiga bantal ditumpuk di depannya untuk menahan kepalanya saat sujud agar kawat-kawat yang keluar dari perutnya tidak tertekan

Sejak kecil Noor telah dididik oleh orangtuanya untuk selalu ingat kepada-Nya. Karena itu, dia mencoba untuk tetap tabah dan meyakini bahwa penyakit aneh yang dideritanya ini adalah atas kehendak Allah.

Noor salat dengan posisi duduk, tetap menggunakan mukena (pakaian salat perempuan). Dia pernah kembali mencoba salat dengan posisi berdiri, tetapi hal itu membuatnya kesulitan.

"Ini adalah ujian dari Allah SWT, bagaimana saya harus diuji apakah sanggup untuk menjalaninya atau tidak. Alhamdulillah, khususnya persoalan salat yang harus mengeluarkan gerak itu, saya tetap bisa melaksanakannya, mudah-mudahan dengan izin Allah juga saya akan tetap bisa melaksanakannya," kata Noor.

Bagi keluarganya, Noor dikenal sangat taat menjalankan perintah agama. Dia tak pernah bosan mengingatkan keponakan-keponakannya untuk salat bersama-sama jika azan telah dikumandangkan.

Ketekunan Noor terhadap persoalan agama juga terlihat di Sengatta, Kutai Timur, Kaltim. Dia menyalurkan jiwa sosialnya sebagai seorang guru agama. "Banyak yang berkonsultasi soal agama dengan Noor," kata sang kakak, Hj Siti Robiah.

Noor sangat menginginkan kesembuhan tetapi dia menginginkan cara penyembuhan itu tidak keluar dari akidah agama Islam.

"Saya mendapat ujian penyakit ini karena Allah SWT yang mengizinkannya. Seandainya Allah tidak mengizinkan, saya yakin tidak ada ujian seperti yang saya alami ini. Artinya saya pun sembuh dengan izin Allah," ujar Noor.

Simpati terus berdatangan. Direktur Utama RSU Abdul Wahab Syahranie Samarinda Ajie Syirafuddin, sehari setelah melihat sendiri perut Noor yang mengeluarkan kawat, langsung menyiapkan sebuah kamar khusus agar perempuan berusia 40 tahun itu bisa mendapat perawatan intensif.

Menurut Ajie, melalui perawatan yang intensif, diharapkan Noor bisa terbebas dari jenis penyakit yang diakuinya baru kali ini muncul dalam dunia medis. Tak cuma kamar khusus, Ajie juga siapkan tim khusus. Tim ini terdiri atas enam dokter spesialis dan seorang ulama dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Samarinda.

Para dokter yang menjadi anggota tim merupakan dokter terbaik di bidangnya. Ada ahli bedah, ahli bedah tulang, ahli jiwa, ahli laboratorium, ahli rontgen, dan ahli penyakit dalam. "Kita full team, makanya kami kerahkan semua para dokter spesialis terkait untuk penanganan Ibu Noor itu. Bahkan, semua perangkat medis yang dimiliki RSU AW Syahrani akan kami turunkan," kata Ajie.

Terkait keberadaan ulama dalam tim, dia mengatakan, penyakit yang diderita Noor belum pernah terjadi sebelumnya. Bukan tidak mungkin penyakit itu muncul akibat adanya kekuatan supranatural. Kisah yang dikemukakan Noor atau keluarganya juga mengisyaratkan tidak tertutupnya kemungkinan itu.

Jumat (11/7) pagi, Noor memulai tahap pengobatan. Begitu tiba di rumah sakit, dia langsung masuk ke ruang MSCT Scaning selama 20 menit. Setelah itu, dia masuk ke ruangan sinar X.

"Ini masih tahap awal. Kami baru melakukan diagnosa. Belum tahu hasilnya, karena masih mengumpulkan data-data. Setelah proses ini selesai, akan kami rapatkan. Hasilnya nanti kami informasikan kepada keluarga. Untuk langkah selanjutnya kami serahkan kepada keluarga, apakah mereka siap atau tidak," ujar Ajie.

Sayang, pihak keluarga masih belum mau Noor menjalani rawat inap.

"Kondisi Noor masih labil. Kami khawatir kondisi mentalnya, makanya kami ingin dia di rumah dulu," ucap Siti Robiah. Jumat sore, Noor kembali ke rumah kakaknya di Samarinda.

Bagaimana sikap Noor? "Saya agak tegang. Doakan saya sembuh ya," katanya dengan lirih. Apa sebenarnya penyakit Noor dan bagaimana pula pandangan paranormal? Ikuti terus kisahnya di BPost. (TK)

Source : Banjarmasin Post

880 Ineks Dicampur Serbuk Kopi

880 Ineks Dicampur Serbuk Kopi
Sabtu, 12-07-2008 | 01:00:20

BANJARMASIN - Kiriman 880 butir ineks dan 1,12 ons sabu dari Jakarta berhasil diamankan petugas Sat II Direktorat Narkoba Polda Kalsel bersama pemiliknya, Hamdani (45), Jumat (11/7) pukul 14.00 Wita.

Kendati dua barang haram itu dimiliki Hamdani seorang, tapi petugas Narkoba Polda Kalsel menemukannya di tempat yang berlainan.

Ineks misalnya, petugas menemukan secara tidak sengaja. Yakni saat mereka mengobok-obok rumah Hamdani di Jl Sutoyo S Gg Purnawirawan RT75, RW07, Kelurahan Pelambuan, Banjarmasin Barat.

Saat itu, petugas tengah mencari barang bukti sabu di rumah Hamdani, secara tidak sengaja mata petugas melihat sebuah paket besar di sudut ruang tamu kediaman Hamdani yang dikirim Sungkono, warga Gunung Sari II Jakarta Pusat.

Kotak yang pada bungkusnya bertuliskan “H Abdul Karim warga Jl Sei Mesa Gg Walfarri RT16 Banteng” ini langsung dibuka petugas. Ternyata paket tersebut berisi kopi.

Oleh petugas, kopi yang ada didalam kaleng besar tersebut diaduk-aduk. Tidak lama kemudian menyembul sebuah bungkusan. Begitu bungkusan itu dibuka, ternyata didalamnya ada ineks berwarna abu-abu tanpa logo.

“Dari hasil perhitungan sementara inkes tersebut berjumlah 880 butir,” kata Direktur Narkoba Kombes Drs Sukirman.

Minuman Cina

Informasi didapat, sebelum ineks dicampur serbuk kopi tersebut ditemukan, petugas Direktorat Narkoba terlebih dulu mendapat informasi akan adanya barang haram masuk ke Kalsel. Barang tersebut diantar via ekspedisi di Jl Mawar.

Karena informasi 99 persen benar, Kasat II AKBP Dwi Tjahyono SIK langsung turun ke lapangan bersama tiga kanitnya yakni, AKP Yanto, AKP Joko dan AKP Tarigan.

Sekitar pukul 15.00 Wita, petugas melihat orang yang diincar, Hamdani, muncul dan mengambil paketnya.

Begitu Hamdani memegang paket bertuliskan Armin, warga Jl Sutoyo S Gg Purnawirawan RT26 RW07 dan pengirim atas nama Beny warga Jl Mangga Besar XIII A/17 Jakarta, petugas langsung bergerak dan menyergapnya. Hamdani pun tak berkutik.

Paket yang direbut dari tangan Hamdani langsung dibuka. Ternyata di dalamnya berisi minuman dari China. Namun begitu diteliti lagi, di dalam paket itu juga ada sabu yang terdiri atas 12 paket sedang dan 1 paket besar.

Temuan paket sabu ini dikembangkan petugas. Hamdani langsung digiring petugas menuju rumahnya. Siapa tahu ada paket sabu lagi.

Awal Hamdani berbelit menunjukan rumahnya. Malah petugas sempat dibawanya ke Kelayan. Tapi setelah didesak, Hamdani akhirnya menunjukan rumahnya di Jln Sutoyo S Gg Purwawirawan.

Saat melakukan penggeledahan di rumah inilah, petugas yang tengah mencari barang bukti sabu malah mendapat 880 butir ineks. Dengan ditemukannya sabu dan ineks tersebut Hamdani akan dijerat dengan pasal 59 UU Ri No5 Tahun 1997 dan pasal 62 UU RI No5 Tahun 1997. (dwi)

http://www.banjarmasinpost.co.id/content/view/40346/635/

Dua PRT Dapat Hadiah Rp 9 M

Dua PRT Dapat Hadiah Rp 9 M
Laporan: KOMPAS.com
Sabtu, 12-07-2008 | 16:05:15

CENTRAL ISLIP, BPOST - Hakim Federal Amerika Serikat memberikan hadiah 1 juta dolar AS atau lebih dari Rp 9 miliar kepada dua pembantu rumah tangga (PRT) asal Indonesia yang mengalami perbudakan di negara itu.

Hakim Arthur Spatt mengatakan, Jumat (11/7) waktu setempat , uang sebesar itu merupakan upah Sapirah dan Enung yang selama bertahun-tahun tidak dibayarkan majikannya, Varsha dan Mahender Sabhnani.

Pasangan orang kaya asal Long Island ini selama bertahun-tahun memperbudak kedua perempuan malang itu.

Kepada hakin, Sapirah dan Enung mengaku dipukuli, disayat pisau, dan dipaksa mandi dengan air sedingin es atas setiap kesalahan yang mereka lakukan.

Atas perbuatannya, Varsha Sabhanani diganjar hukuman 11 tahun penjara, sementara sang suami divonis 3 tahun empat bulan penjara.

Wartawan Itu Bernama "BLOGGER"

Disadur dari Tembi Rumah Budaya

Profesi wartawan sudah dikenal secara luas. Orang pasti tahu, wartawan adalah orang yang menyampaikan warta (informasi) kepada publik dengan menggunakan media. Awalnya orang hanya mengenal media cetak, yang disebut surat kabar dan media audio, yang dikenal dengan nama (R)adio (Republik Indonesia). Namun sekarang, orang bisa menemukan beragam media dan profesi wartawan tidak lagi dipahami seperti sebelumnya.

Karena “semua warga adalah jurnalis”, tanpa kartu pers dan tidak harus bekerja di media cetak maupun di media audio atau audio visual. Namanya pun bukan jurnalis, tetapi bloger.

Dunia media memang mengalami perkembangan yang luar biasa. Orang mempunyai banyak pilihan untuk mengakses media. Selain media konvensional, tersedia pula jenis media lain, seperti internet dan website. Pendeknya, orang seperti telah tenggelam di lautan media.

Ruang blog tersedia di web. Setiap orang bisa membuat blog melalui website dan menyampaikan informasi kepada publik. Ada beragam blog yang bisa diakses, dan tentu saja ada beragam informasi yang bisa didapatkan melalui blog. Dalam kata lain, mencari informasi sekarang sangat mudah. Informasi melimpah bagai air bah di beragam media.

Lalu bagaimana profesi wartawan harus ditempatkan di tengah banjirnya media?

Saya mencoba membaginya dalam dua kategori. Pertama, wartawan yang terikat oleh lembaga media dan hidup dari media bersangkutan serta menjalankan kebijakan perusahaan media. Kedua, wartawan yang tugasnya membanjiri informasi publik tanpa merasa perlu terikat oleh perusahaan media.

Pada kategori pertama kerja jurnalistik adalah sebentuk kerja. Wartawan adalah nama lain dari karyawan yang didalamnya dibagi dalam spesialiasi. Karena itu ada wartawan olah raga, wartawan ekonomi, wartawan budaya dan seterusnya. Pembagian bidang seperti itu menegaskan bahwa wartawan tidak bebas dari hirarki dan struktur.

Pada kategori kedua, yang saya sebut sebagai bloger, kerja jurnalistik didasari oleh kecintaan pada informasi dan komunikasi. Karena saking cintanya, bloger merelakan meluangkan waktu untuk “mencari informasi” guna mengisi blognya. Seperti halnya wartawan yang telah dibagi dalam bidang-bidang, blog pun juga telah membagi-bagi dirinya. Ada blog yang mengkhususkan diri di bidang seni rupa misalnya, namun tidak sedikit blog yang hadir secara lucu, menggelikan dan aneh. Dalam arti, content blog memberi hiburan pada publik yang mengaksesnya.

Dari media blog kita bisa tahu bahwa beragam informasi bisa dicari dan tidak harus melalui media cetak. Blog menunjukkan bahwa media telah memasuki ruang privat, bahkan sering kali abai terhadap sensor. Dalam kata lain, kekuatan sensor yang biasa diperankan oleh negara yang otoriter, kiranya kekuasaan seperti itu akan termangu menghadapi media yang menggunakan jaringan dunia maya.

Watak media memang telah berubah dari sebelumnya. Jika sebelumnya informasi “datang terlambat sehari” setelah peristiwa terjadi, media sekarang bisa menyajikan seketika atas peristiwa yang sedang (dan telah) terjadi. Watak media adalah: serentak, interaktif dan menyebar. Kita bisa bayangkan, ketika di Yogya terkena gempa, dalam hitungan menit peristiwa gempa tersebut telah menyebar secara serentak ke penjuru dunia. Bahkan, orang di lain tempat, termasuk di lain kota dan negara, bisa mendengar korban gempa berbicara di lokasi gempa dan berbincang dengan orang lain yang berada di satu tempat yang jauh.

Pendeknya, blog telah memberi tambahan nama. Yang dulunya dikenal dengan nama wartawan, sekarang tambah satu nama lagi, ialah bloger. Dalam praktek jurnalistik, bloger bisa menyerupai wartawan dalam meliput, tetapi untuk kepentingan publikasi bloger menggunakan ‘ruang’ yang dimilikinya. Sementara wartawan kembali ke perusahaan, di sana ruang media sudah disediakan untuk diisi.

Begitulah, pengisi blog namanya bloger. Pekerja media namanya wartawan atau jurnalis

Ons Untoro

PCMAV 1.4 Update Build2 (2 Juli 2008)

Link

Ada 10 virus baru yang banyak dilaporkan menyebar di Indonesia ditambahkan pada Update Build2 kali ini. Bagi Anda pengguna PCMAV 1.4 sangat disarankan segera melakukan update, agar PCMAV Anda dapat mengenali dan membasmi virus lebih banyak lagi. Jadi total tambahan virus sampai Update Build2 kali ini adalah sebanyak 15 virus.

DOWNLOAD

Daftar tambahan virus PCMAV 1.4 Update Build2:
Ang.vbs.B
Aniee.J
Boenk
Boenk.vbs
Cyrax-Tutor
Fisika
Godham
Godham.exe.A
Godham.exe.B
Godham.Inf
Kalong.vbs.E
Kalong.vbs.E.inf
Robert
Semut
Semut.vbs

sumber : Virus Indonesia

catatan : biar tambah cepet downloadnya,
silahkan daftar dulu DI SINI

Banten MAP - add Yours